Perbedaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Model Pembelajaran Langsung Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII UPTD SMPN 1 Karangrejo Tahun Pelajaran 2018-2019

Penulis

  • Sherly Mayfana Panglipur Yekti

Kata Kunci:

matematika, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran langsung

Abstrak

Salah satu faktor penyebab hasil belajar siswa yang rendah adalah penerapan strategi atau metode pembelajaran yang kurang tepat pada pembelajaran sehingga perlu adanya perubahan dalam pembelajaran yang semula berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Salah satunya yaitu dengan menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah. Pembelajaran Berbasis Masalah berpedoman pada pemberian masalah-masalah autentik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak sehingga diharapkan siswa dapat mengaitkannya dengan materi pembelajaran. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah ini dapat meningkatkan pemahaman siswa yang akan berpengaruh pada hasil belajar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar siswa pada penerapan model pembelajaran Berbasis Masalah dan model pembelajaran langsung pada materi pokok Bangun Ruang Kubus dan Balok.

Penelitian ini diadakan di UPTD SMPN 1 Karangrejo pada kelas VIII, Pemilihan materi didasarkan informasi guru matematika bahwa hasil belajar siswa tahun sebelumnya relatif rendah meskipun materi ini sudah pernah diberikan pada jenjang sekolah dasar. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil tes. Setelah dianalisis dan dilakukan uji hipotesis menggunakan uji t atau t test diperoleh bahwa nilai t hitung 13,33 dan dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan 59 maka t tabelnya 2,001. Sehingga sesuai dengan pembahasan analisis data yang diperoleh dapat diambil simpulan bahwa secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada penerapan model pembelajaran Berbasis Masalah dan model pembelajaran langsung pada materi pokok Bangun Ruang Kubus dan Balok kompetensi dasar luas permukaan dan volume kubus dan balok di SMPN 1 Karangrejo Tahun Ajaran 2018-2019.

Referensi

Arends, Richard I. 2007a. Belajar Untuk Mengajar Jilid 1. Terjemahan oleh Soetjipto, Helly Prajitno & Soetjipto, Sri Mulyantini. 2008. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

. 2007b. Belajar Untuk Mengajar Jilid 2. Terjemahan oleh Soetjipto, Helly Prajitno & Soetjipto, Sri Mulyantini. 2008. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Azwar, Saifudin. 2007. Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Budiyono. 2004. Statistika Untuk Penelitian. Surakarta: Sebelas Maret Universitas Press.

Jauhar, Mohammad. 2011. Implementasi PAIKEM. Jakarta: Prestasi Pustakaraya.

Nur, Mohammad. 2011. Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah Unesa.

Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta; Pustaka Pelajar.

Rusmono. 2012. Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning Itu Perlu. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenda Media Group.

Sudijono, Anas. 2009. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitaif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan kompetensi dan Praktiknya. Yogyakarta: Bumi Aksara.

Trianto. 2007. Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Surabaya: Prestasi Pustaka.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2020-12-08

Cara Mengutip

Yekti, S. M. P. (2020). Perbedaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Model Pembelajaran Langsung Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII UPTD SMPN 1 Karangrejo Tahun Pelajaran 2018-2019. Dharma Pendidikan, 15(1), 129 - 140. Diambil dari https://journal.stkipnganjuk.ac.id/index.php/jdp/article/view/122